Music and Sports Blog's



Jagad rock tanah air seakan tak berhenti melahirkan band-band spektakuler untuk melaju ke barisan terdepan. Salah satunya adalah Saint Loco, band yang mengawali karirnya di kancah rock tanah air pada tahun 2004 dengan debut album bertajuk Rock Upon A Time. Album ini menjadi awal langkah sukses Saint Loco mengenalkan dirinya ke publik dengan mengusung lagu-lagu berkekuatan hip-rock. Berbagai penghargaan berhasil mereka sabet diantaranya adalah; Best Rock Album versi Majalah Hai tahun 2005 dan Rock Best Of The Year Album versi I-Radio tahun 2005. Single “Microphone Anthem”, yang menjadi unggulan mereka kala itu, berhasil mengejawantahkan Saint Loco sebagai penerus generasi musik rock Indonesia .




Di bulan September 2006, MTV mengganjar mereka dengan predikat MTV EXCLUSIVE ARTIST for SEPTEMBER. Album kedua mereka yang bertajuk Vision For Transition dirilis dibulan yang sama. Sebuah album yang menggambarkan progresi dari musikalitas keenam anak super kreatif; Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC). Ini sebagai satu pegangan bahwa nama Saint Loco masih punya kekuatan untuk musik rock yang berkualitas.

Another Vision for Indonesia Rock Concept

Lewat album keduanya, Vision For Transition, Saint Loco menawarkan konsep musik yang lebih berani. Dari kulit albumnya (baca: cover) sudah terbaca keberanian Saint Loco dengan memberikan warna-warna berani dan penempatan yang terbilang tidak umum. Untuk isinya, rock yang dibawakan mereka kali ini lebih sing-a-long dibandingkan album sebelumnya meski tensi tonalitas rock mereka tetap tinggi. Dengarkan saja “Kedamaian”, sebuah lagu mellow-rock yang menampilkan seorang vokalis bjorky-melankolis, Astrid. Lagu ini dibuka dengan dentingan piano dan dihantarkan dalam beat mid-tempo. Kekuatan lirik bilingual dan karakter vokal Joe dengan Astrid serta MC Berry menambah padu lagu yang menjadi single pertama album ini.

Penggarapan album Vision For Transition ini menempuh masa 7 bulan preproduction serta pengumpulan materi yang dimulai sekitar Agustus 2005 dan dilanjutkan dengan 3 bulan untuk recording dan 1 bulan mixing. Karena hampir seluruh lagu dalam album Vision For Transition dibuat di studio pribadi milik DJ Tius, Saint Loco kali ini merasa bisa lebih mengeksplorasi sound dan berkespresi sebebas mungkin. Dengar saja “Terapi Energi” dari track 2, sebuah lagu yang menampilkan totalitas bermain musik ala Saint Loco. ‘It’s the real Saint Loco’.

Mastering album Vision For Transition ini dikerjakan di sebuah studio bernama Euphonic Masters yang ada di Memphis , Tennese, Amerika Serikat. Ditangani langsung oleh Brad Blackwood, seorang insinyur tata suara kenamaan yang pernah menyabet 9 nominasi Grammy Award dan 6 nominasi Dove Award sejak tahun 1998.

Keberanian lainnya yang ditampilkan Saint Loco adalah permainan emosi lagu per lagu. Jika disimak dari awal runtutan lagu dalam album Vision For Transition ini, Anda akan dibawa banging your head lalu diselingi dengan fase exhaling berganti-gantian. Ini membuat fungsi pendengaran tidak terganggu dengan bunyi-bunyi yang pekak namun Anda akan dimanja untuk menikmati petualangan Vision For Transition ini dengan hati gembira. Mau contoh? Di track 5 kita akan disuguhi permainan kombinasi antara gitar akuistik dan crunch serta synth-string yang membuai yang hadir di lagu “Fallin”. Beat middle di “Fallin” ini hadir sebagai penghantar untuk hentakan di track 6, “Get Up”. Setelah lelah moshing dan jejingkrakan, track selanjutnya, “Centro”, mengistirahatkan pendengaran dalam instrumentalia tembang passionate-electronica-sound sebelum dipecahkan lagi ditrack berikutnya, “Transition”. Maka sayang sekali jika Anda menikmati album ini tidak utuh atau hanya satu atau dua lagu saja.

Why Vision For Transition Now?

Musik rock di Indonesia terus berkembang ke arah yang positif, thanks to Godbless! Dan Saint Loco melihat perkembangan ini sebagai motivator mereka untuk bisa berkreasi lebih. Trend musik rock dunia yang kini berkembang dengan memasukkan unsur Rap, Punk, New Wave serta electronica menjadi acuan Saint Loco untuk diterapkan dalam musik mereka. Dengar saja Vision For Transition yang kini lebih minimum aksi solo melodi gitar dan cenderung dominan lewat riff atau blocking gitar dan loop. Konsentrasi album ini pun dipusatkan di lagu yang lebih melodius dan reffrain yang catchy. “Musik metal telah berubah… ,” tandas Saint Loco tegas.

Maka sambutlah salah satu ikon dari regenerasi musik rock tanah air, Saint Loco. Lewat Vision For Transition ini mereka kembali menghentak dan mencoba untuk menelusup kembali dan tampil berbeda dari yang sudah ada.






Selengkapnya...


11.04





The Bandicot adalah sebuah band indie yang berasal dari Bali dan bergenre punk pop yang di bentuk pada akhir tahun 2009, tepatnya pada bulan November. The Bandicot terdiri dari orang-orang yang mempunyai tekat yang kuat untuk berkarya dan karyanya sangat ingin di akui di bidang permusikan Indonesia khususnya Bali. Musik The Bandicot banyak mendapat pengaruh dari musisi ataupun band-band dalam maupun luar negeri dengan genre yang bervariasi, dari hasil perbandingan dari perbedaan musik luar negeri dan dalam negeri maka The Bandicot memutuskan untuk menjadi band beraliran Punk Pop karena di lihat dari musiknya yang beraliran punk rock tetapi memiliki karakter vocal yang lebih kuat ke pop.



Nama The Bandicot sendiri sebenarnya berasal dari usulan Ryan sang bassis yang gemar bermain game, nama ini sendiri di ambil dari salah satu game favoritenya yaitu “Crash Bandicoot” tetapi kami hanya memakai “Bandicoot”nya dan membuang “O”nya satu sehingga menjadi “The Bandicot”. Sesuai dari asal namanya yaitu sebuah game yang sangat terkenal dan bisa di nikmati banyak orang, kami pun berharap The Bandicot sendiri bisa terkenal dan musiknya bisa dinikmati banyak orang seperti game tersebut.

Minat :
Menghibur semua orang dari kalangan manapun, miskin, kaya, jelek, cakep, tua, muda, desa, dan kota dengan musik kami. Karena sebuah hiburan khususnya musik tidak mempunyai syarat untuk di nikmati.

Genre : Alternative Rock

Kota Asal : Denpasar,Bali





Demo lagu The Bandicot bisa kalian cari di :

www.reverbnation.com/thebandicot2009
atau,
www.myspace.com/thebandicot





Selengkapnya...


14.55




Amy Lynn Hatzler (lahir di Riverside, California, 13 Desember 1981; umur 28 tahun dan lebih dikenal dengan nama Amy Lynn Lee) adalah penyanyi & penulis lagu Amerika dan pianis piano klasik terlatih. Dia adalah anggota pendiri dan vokalis dari grup band rock yang memenangkan Grammy Award, Evanescence. Pengaruh gaya musiknya berasal dari musisi klasik seperti Mozart sampai ke artis modern seperti Björk, Tori Amos, Danny Elfman, dan Plumb.





Lee lahir dari pasangan John Lee, seorang disk jockey & TV Personality, dan Sara Cargill. Dia mempunyai satu saudara laki-laki, Robby, dan dua saudara perempuan, Carrie dan Lori. Lee mempunyai saudara perempuan ketiga. yang mati di tahun 1987 saat berumur tiga tahun dari penyakit yang tidak diketahui. Lagu “Hello” dari album Fallen dikabarkan ditulis untuk adik perempuannya, dan lagu “Like You” dari album The Open Door dengan lirik, “I long to be like you, sis, Lie cold in the ground like you did,” juga menunjukkan kematian adiknya dan rasa kesedihannya untuk adiknya. Lee mempelajari piano klasik selama sembilan tahun. Keluarganya berpindah-pindah kebeberapa tempat, termasuk Florida dan Illinois, tapi akhirnya menetap di Little Rock, Arkansas, dimana Evanescence dimulai. Dia lulus dari Pulaski Academy di tahun 2000 dan juga sempat mengikuti dengan singkat Middle Tennessee State University.


Evanescence

Dia membentuk bandnya dengan Ben Moody. Mereka berdua bertemu di Youth Camp ketika Lee memainkan “I’d Do Anything for Love (but I Won’t Do That)” karangan Meat Loaf di piano. Selama setahun, mereka berdua bermain akustik di took buku Arkansas dan kedai kopi sebelum mereka merekam dua EP, Evanescence EP (di tahun 1998) lalu Sound Asleep EP yang juga dikenal dengan nama Whisper EP (di tahun 1999). Di tahun 2000, Evanescence merekam EP yang lebih panjang, Origin. Demo ini terdapat tiga lagu dari album Fallen dan ditulis oleh Lee dan Moody: “Whisper”, “Imaginary”, dan “My Immortal”.


Pada tahun 2003 Evanescence membuat album utama pertama mereka, Fallen. Album ini sudah mendapatkan penghargaan 6x Platinum, dan berada selama 43 minggu pada Billboard Top 10. Lalu lebih dari 12 juta eksemplar album ini laku terjual.

Single Evanescence utama yang pertama; "Bring Me to Life" merupakan sebuah dobrakan dunia bagi band ini dan mencapai urutan ke-5 pada Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, sementara "My Immortal" yang sama-sama populer mencapai urutan ke-7 di AS. Lalu dimasukkannya lagu-lagu ini dalam soundtrack film Daredevil menolong mereka menjadi populer dan membuat posisi mereka di dunia musik menjadi kokoh.

Lalu single "Bring Me to Life" juga mendapatkan pengakuan untuk band ini pada Grammy Awards of 2004, di mana band ini diberi penghargaan Grammy Award for Best Hard Rock Performance. Pada waktu yang sama, Evanescence juga diberi penghargaan Grammy Award for Best New Artist.

Dua single dari album Fallen yang dirilis termasuk "Going Under" dan "Everybody's Fool", yang juga dibuatkan video klip.

Tanggal 22 Oktober 2003, gitaris Ben Moody meninggalkan band dengan alasan "perbedaan secara kreatif". Pada saat interview beberapa bulan kemudian, Amy berkata: "Kami mencapai suatu titik di mana jika tidak sesuatu halpun berubah, kami tidak akan bisa membuat album kedua". Mantan gitaris Cold, Terry Balsamo menggantikan Moody di band, sekaligus menjadi teman menulis (lagu) Amy.
Amy Lee menyanyi di konser tahun 2006.


Anywhere But Home dirilis pada tahun 2004 pada format DVD/CD. DVD ini merupakan rekaman dari pertunjukan mereka di Paris beserta beberapa fitur di belakang panggung, seperti penandatanganan CD dan warming up. CD-nya sendiri berisi beberapa lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis seperti "Missing", "Breathe No More" (dari film Elektra) dan "Farther Away". Lalu dalam CD ini terdapat pula lagu cover Korn "Thoughtless" yang pernah mereka mainkan pada beberapa pertunjukan live.
[sunting] The Open Door

Lee mengerjakan tema pembuka dari film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe dan menulis beberapa lagu untuk film tersebut, tapi lagunya ditolak karena terlalu "gelap dan bersifat epos". Namun, Lee telah mengatakan penolakan lagunya adalah "merupakan bahan yang menarik untuk album baru kita".

Saat mengisi acara Live @ Much di sesi MuchMusic pada 9 Januari 2007, Amy membeberkan bahwa dia telah bertunangan malam sebelumnya. Dia lalu memberi konfirmasi pada EvThreads.com bahwa dia telah dilamar oleh Josh Hartzler (29 tahun), teman lamanya yang bekerja sebagai terapis. Lee menyatakan saat wawancara bahwa lagu “Good Enough” dan “Bring Me to Life” terinspirasi dari Josh Hartzler. Mereka menikah pada tanggal 6 Mei 2007, dan berbulan madu di dekat Bahamas. Lee telah mengeposkan bahwa dia sekarang adalah Nyonya Amy Hartzler di forum EvThreads.com.
[sunting] Penampilan

Lee terkenal dengan nuansa neo gothic, karena sering menggunakan dandanan gothic dan selera akan pakaian yang bergaya victorian. Dia jua mendesain pakaiannya sendiri, termasuk yang dia kenakan di video musik “Going Under”, dan pakaian yang ia kenakan saat Grammy Awards 2004. Setelah dia mendesainnya dia memilih desainer Jepang H. Naoto untuk membuatnya. Di konser, dia sering memakai korset dan fishnets, juga rok panjang dan sepatu boot tinggi. Dia mempunyai piercing (tindik) di alis kirinya yang tampak di kover album Fallen.



Selengkapnya...


06.18







Hayley Nichole Williams (lahir di Meridian, Mississippi, U.S., 27 Desember 1988; umur 21 tahun) adalah penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Dia adalah vokalis dan keyboardis grup band Paramore.


Biografi
Pada 2002, saat usianya 13 tahun, Williams pindah dari rumahnya di Meridian, Mississippi, ke Franklin, Tennessee, di mana dia bertemu anggota band di sekolahnya Josh Farro dan Zac Farro. Segera setelah kepindahannya, dia mulai mengambil kursus vokal kepada Brett Manning Selama masih sekolah, dia mencoba untuk masuk band funk local yang dinamakan The Factory di mana dia bertemu Jeremy Davis Pada tahun 2005, John Janick, pendiri label rekaman Fueled by Ramen, menandatangani kontrak bersamanya Williams ikut mengisi vokal pada lagu "Fallen" - Death In the Park (yang juga kadang-kadang ikut tampil live bersama band), "Then Came to Kill" - The Chariot, "Keep Dreaming Upside Down" - October Fall, "Tangled Up" - New Found Glory, "The Church Channel" dan "Plea" - Say Anything, juga "The Few That Remain" - Set Your Goals, dan muncul pada video klip musik "Kiss Me" - New Found Glory. Pada 2010, dia muncul pada single "Airplanes" dari debut album rapper alternatif B.o.B, B.o.B Presents: The Adventures of Bobby Ray.[5]
Dalam Readers' Poll Kerrang! 2007 dia menggantikan posisi kedua yang ditempati Amy Lee (Evanescence) dalam kategori "Wanita Terseksi",[6] setahun kemudian, pada 2008, dia mendapatkan tempat pertama untuk "Wanita Terseksi" melalui polling,[7] dan lagi pada tahun 2009. Dia juga tampil sebagai karakter yang dapat dimainkan dalam video game Guitar Hero World Tour.
Williams menulis dan merekam lagu "Teenagers," yang ditampilkan dalam soundtrack film Jennifer's Body. Setelah merilis "Teenagers", Williams menyatakan bahwa dia tidak punya rencana untuk menjadi penyanyi solo.
Kehidupan pribadi
Menurut gosip Alternative Press pada Oktober 2009 , Williams dan gitaris Paramore Josh Farro mengkonfirmasikan bahwa mereka telah berpacaran selama tiga tahun sebelum berpisah pada musim gugur tahun 2007. "Kami tidak tahu apakah itu akan terlihat buruk", kata Williams. "Kami masih sangat muda, dan sepertinya akan terlihat seperti sebuah lelucon besar", Josh menambahkan. "Kami tidak ingin band menjadi tentang aku dan Hayley yang sedang dalam sebuah hubungan bersama karena kemudian band akan menjadi tentang hubungan kami, bukan musik kami. Hal ini mengalihkan perhatian orang dari keseluruhan poin yang berada dalam sebuah band."Williams kini membuka hubungan dengan gitaris New Found Glory, Chad Gilbert
Selengkapnya...


01.10






Painful By Kisses (juga dikenal sebagai PBK) dibentuk pada tahun 2005, dimulai dengan keinginan untuk bergabung dengan hati "" dari genre musik underground, yaitu Punk dan Metal. Geng ini lima nama musik mereka "Painstortion", untuk mempersingkat dan meringkas genre musik mereka. Nama "Painful By Kisses" berisi filsafat "Beberapa hal yang tidak akan berakhir dalam sesuatu yang kita harapkan", misalnya hal-hal yang bagus (ciuman) bisa berakhir dengan sesuatu yang menyakitkan atau mengecewakan.





Painful By Kisses membawakan kepada Anda sebuah bentuk baru dari campuran punkrock musik dengan metal stuff .dan kita menyebut Painstortion musik kami, berdiri sejak 2005 dan sudah banyak manggung di dalam dan luar Bali


Painful By Kisses PBK adalah band rock Danijel asal bali yg menggabungkan unsur musik punk, hardcore, Dan tentunya metal stuff menjadi suatu elemen yg kt sebut Sendiri painstortion . PBK berdiri thn 2005 yg beranggotakan Dibuat Iswara (vokal), Donnie Hendrawan (gitar), agung dharmayasa (gitar), angga triastama (bass), tribayu usadha (drum, vokal).

Painful By Kisses kini dalam penggarapan album berikutnya setelah your friend can be your enemy EP(2006) dan the curse of...(2008)


Discography :

1. Your Friend Can be Your Enemy EP (2006)
2. VA. A Mild Rock Society Moshpit Mavericks (2007)
3. The Curse Of... (2008)
4. VA. Honda Growing In Harmony (2010)
5. Brighter Better - New Album coming out soon!!! Prepare for this one!! (2010)


Selengkapnya...


00.02





Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee. Anggotanya berjumlah 4 orang yaitu Hayley Williams, Josh Farro, Jeremy Davis, dan Zac Farro. Album pertamanya ialah All We Know Is Failling dirilis pada tahun 2005,dan masih banyak lagi lagu yang menjadi favorit para pendengar musik di antaranya Ignorance dan Carefulyang menjadi backsound banyak acara tv.



Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini berasal di Franklin, Tennessee. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Hayley Williams, Josh Farro, Jeremy Davis, Taylor York dan Zac Farro. Album pertamanya ialah All We Know Is Failling dirilis pada tahun 2005. Dan album kedua yaitu RIOT! pada tahun 2007. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam Soundtrack Album TWILIGHT pada tahun 2008 dengan menyumbang 2 lagu, "Decode" dan "I Caught Myself". Lagu "Decode" menjadi nominasi di MTV movie awards untuk kategori "Best Soundtrack". Mereka juga merilis DVD THE FINAL RIOT! tour pada tahun 2008. Pada tahun 2009 ini, mereka juga merilis album baru mereka yang berjudul "brand new eyes" pada tanggal 29 September 2009 yang bertepatan pada ulang tahun gitaris mereka, Josh Farro.

Selengkapnya...


10.40







Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang salah satu band yang akan tampil di acara DIES NATALIES STIKOM BALI yang ke 8,Rocket rockers merupakan salah satu band papan atas di indonesia itulah yang menjadi dasar di undangnya band tersebut di acara kampus STIKOM BALI saya akan mengulas tentang biografi terbentuknya band ini dari awal sampai akhir , oleh karena itu tetaplah pada layar monitormu...cekidoot !!!!




*Pada tahun 1998 sebuah band pop punk lahir di Kota Bandung *

Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)

Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)

Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalam sebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.

2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebut mencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layer lebar)

Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.

2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)

Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.

punk not dead the movie

punk not dead the movie

2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)

Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rock selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkan betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival.

Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along. Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)

Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola oleh Tom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalin kerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kurang lebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMG dikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. Akhirnya Rocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 ( …..a Better Season)

* Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.

* Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.

* Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor, lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.

* Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top request di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari: Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.

* Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.

* Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.

* Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.

* Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.

* Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.



Selengkapnya...


09.47



guest chat


ShoutMix chat widget

Blog Archive

IKLAN MINI