Music and Sports Blog's



Painful By Kisses (juga dikenal sebagai PBK) dibentuk pada tahun 2005, dimulai dengan keinginan untuk bergabung dengan hati "" dari genre musik underground, yaitu Punk dan Metal. Geng ini lima nama musik mereka "Painstortion", untuk mempersingkat dan meringkas genre musik mereka. Nama "Painful By Kisses" berisi filsafat "Beberapa hal yang tidak akan berakhir dalam sesuatu yang kita harapkan", misalnya hal-hal yang bagus (ciuman) bisa berakhir dengan sesuatu yang menyakitkan atau mengecewakan.





Painful By Kisses membawakan kepada Anda sebuah bentuk baru dari campuran punkrock musik dengan metal stuff .dan kita menyebut Painstortion musik kami, berdiri sejak 2005 dan sudah banyak manggung di dalam dan luar Bali


Painful By Kisses PBK adalah band rock Danijel asal bali yg menggabungkan unsur musik punk, hardcore, Dan tentunya metal stuff menjadi suatu elemen yg kt sebut Sendiri painstortion . PBK berdiri thn 2005 yg beranggotakan Dibuat Iswara (vokal), Donnie Hendrawan (gitar), agung dharmayasa (gitar), angga triastama (bass), tribayu usadha (drum, vokal).

Painful By Kisses kini dalam penggarapan album berikutnya setelah your friend can be your enemy EP(2006) dan the curse of...(2008)


Discography :

1. Your Friend Can be Your Enemy EP (2006)
2. VA. A Mild Rock Society Moshpit Mavericks (2007)
3. The Curse Of... (2008)
4. VA. Honda Growing In Harmony (2010)
5. Brighter Better - New Album coming out soon!!! Prepare for this one!! (2010)


Selengkapnya...


00.02





Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini bermarkas di Franklin, Tennessee. Anggotanya berjumlah 4 orang yaitu Hayley Williams, Josh Farro, Jeremy Davis, dan Zac Farro. Album pertamanya ialah All We Know Is Failling dirilis pada tahun 2005,dan masih banyak lagi lagu yang menjadi favorit para pendengar musik di antaranya Ignorance dan Carefulyang menjadi backsound banyak acara tv.



Paramore merupakan sebuah grup musik asal Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2004. Grup musik ini berasal di Franklin, Tennessee. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Hayley Williams, Josh Farro, Jeremy Davis, Taylor York dan Zac Farro. Album pertamanya ialah All We Know Is Failling dirilis pada tahun 2005. Dan album kedua yaitu RIOT! pada tahun 2007. Mereka juga ikut berpartisipasi dalam Soundtrack Album TWILIGHT pada tahun 2008 dengan menyumbang 2 lagu, "Decode" dan "I Caught Myself". Lagu "Decode" menjadi nominasi di MTV movie awards untuk kategori "Best Soundtrack". Mereka juga merilis DVD THE FINAL RIOT! tour pada tahun 2008. Pada tahun 2009 ini, mereka juga merilis album baru mereka yang berjudul "brand new eyes" pada tanggal 29 September 2009 yang bertepatan pada ulang tahun gitaris mereka, Josh Farro.

Selengkapnya...


10.40







Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang salah satu band yang akan tampil di acara DIES NATALIES STIKOM BALI yang ke 8,Rocket rockers merupakan salah satu band papan atas di indonesia itulah yang menjadi dasar di undangnya band tersebut di acara kampus STIKOM BALI saya akan mengulas tentang biografi terbentuknya band ini dari awal sampai akhir , oleh karena itu tetaplah pada layar monitormu...cekidoot !!!!




*Pada tahun 1998 sebuah band pop punk lahir di Kota Bandung *

Immorality President adalah band yang terbentuk menjadi cikal bakal Rocket Rockers. Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums) adalah formasi awal Immorality President saat itu.

1999 (and the name is ROCKET ROCKERS!)

Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President karena satu dan lain hal. Akhirnya mereka merkrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya. Panggung pertama Rocket Rockers adalah di acara 17 Agustusan di lapangan komplek dekat Bisma tinggal. Rocket Rockers tampil di depan bapa-bapa, ibu-ibu dan warga sekitar yang duduk resmi namun Rocket Rockers tetap tampil ugal-ugalan dengan membawakan lagu-lagu berlirik tidak senonoh.

2000 (1st Compilation)

Untuk pertamakalinya Rocket Rockers masuk dalam sebuah kompilasi dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward dll. Di tahun 2000 ini, Rocket Rockers mulai sering main di pensi-pensi SMA dan acara-acara kolektif.

2001 (Punk Rock Show and Skateboarding events)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun yang sama pula Rocket Rockers medapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses. Sampai akhirnya Rocket Rockers kerapkali main di event skateboarding.

2002 (1st Album….BOOM!)

Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka di konser Last Show Ever-nya Puppen (band hardcore legendaries asal Bandung). Di tahun yang sama juga Rocket Rockers mengeluarkan album perdana-nya “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. Album tersebut mencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Berbagai media massa cetakpun memprediksikan Rocket Rockers menjadi “The Next Big Thing” (Hard Act To Follow Next Year) bersama Superman Is Dead, The White Stripes, The Hives dan The Vines –Majalah HAI No.45 11 Nov 2002-. Juga beberapa media massa seperti Boardriders, Ripple Magazine, Pause Magazine, Gadis, Kawanku, Pikiran Rakyat, dll mulai banyak mengulas Rocket Rockers. Untuk video clip, Rocket Rockers memilih single “Tergila” garapan Cerrahati dan sudah tayang di MTV. Pensi-pensi sampai acara independent-pun banyak mengundang Rocket Rockers untuk menjadi bagian dari acara. Sampai akhirnya gaung Rocket Rockers mulai merambah ke luar kota dan pulau. Sebutlah Jakarta, Bekasi, Subang, Pandeglang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, sudah dilalui dan undangan dari Medan, Bali, Balikpapan, Ujung Pandang, Singapore, Malaysia terus meramaikan e-mail dan guestbook. Melihat demand yang semakin membesar terhadap Rocket Rockers, membuat mereka harus menjalankan band dengan professional.

2003 (Menembus layer lebar)

Di tahun ini juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.

2004 (Major Label, Kontroversi & Struggle)

Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”. Seperti biasa band indie yang memiliki grass root kuat lalu masuk major label akan menemui kontra-kontra dari core fans. Testimonial di website pun cukup memanas. Dan suatu saat ketika Rocket Rockers interview di sebuah radio di Makassar dan menyebutkan bahwa Rocket Rockers masuk Sony Music, keesokan harinya aksi panggung Rocket Rockers di sebuah pensi dihujani oleh ludah yang bertubi-tubi dari penonton. Penontonm terus meludahi dari lagu pertama sampai terakhir, namun Rocket Rockers tetap tegar main sampai lagu terakhir walaupun Ucay (vokal) badan dan muka-nya sudah dipenuhi oleh ludah. Seiring waktu dan kedewasaan scene, wacana indie-major mulai memudar, panggung Rocket Rockers pun berangsur aman di berbagai kota.

punk not dead the movie

punk not dead the movie

2006 (Masuk dalam film sejarah punk sedunia: PUNK’S NOT DEAD)

Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rock selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkan betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival.

Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Year, dll. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan.

Di pertengahan 2006 Rocket Rockers masuk studio lagi untuk merampungkan album ke 3 “Better Season”. Tanpa di duga selesai rekaman, di akhir tahun 2006, 13 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Hal tersebut terbukti saat manggung di berbagai daerah, semua sudah sing along. Request di internetpun membludak.

2007 (Resign from Sony/BMG)

Rocket Rockers di tahun ini mendapat endorsement dari produk sepatu yang dikelola oleh Tom Delonge (Blink182/Angel And Airwaves). Disamping itu, setelah menjalin kerjasama dengan Sony Music (yang sekarang menjadi Sony-BMG) selama kurang lebih 3 tahun, Rocket Rockers akhirnya putus kontrak dengan Sony-BMG dikarenakan sudah tidak adalagi kerjasama yang bisa menguntungkan. Akhirnya Rocket Rockers membuat label sendiri yang diberi nama Reach & Rich Records.

2008 ( …..a Better Season)

* Di awal tahun 2008, Rocket Rockers berhasil menjadi salah satu band pembuka konser MXPX di Basket Hall A Senayan Jakarta bersama Superman Is Dead dan Fornufan.

* Rocket Rockers terpilih sebagai satu-satunya band rock Indonesia yang memiliki fans paling banyak di friendster yang mencapai 50.000 fans lebih dan alhasil Rocket Rockers di undang ke gathering Friendster oleh David Jones (founder of Friendster) di Grand Indonesia bersama RAN, Ten 2 Five dll.

* Setelah hampir 2 tahun materi album ke 3 yang bocor, lagu yang berjudul “Ingin Hilang Ingatan” menjadi top request di friendster dan radio-radio, bahkan di tv lokal sebelum waktunya keluar.

* Juni 2008, single dari album ke 3 “Better Season” dilepas ke radio-radio dan langsung meduduki posisi 1 di Radio Ardan Bandung dan menjadi top request di lagu-lagu lainnya. Video clip yang digarap untuk album “Better Season” adalah “Terobsesi” yang dibuat oleh M.Irsan dari: Grafitasi (yang juga kameramen dari Rocket Rockers). Konsep video clipnya adalah lebih ke reality show yang menampilkan artis-artis, musisi dan teman-teman yang memberi testimonia untuk Rocket Rockers. Musisi dan artis yang ikut andil adalah: Ian Antono, Aura Kasih, Ronal Disko, Sogi, Ence, Masayu Anastasia, Melanie Soebono. Piyu Padi, Tri Utami, Purwacaraka, Tria Changcutters, Bayu O.B, Ajeng “Be a man”, Ocha “Weekend Seru” dan beberapa teman juga alien.

* Di tahun 2008 ini juga Rocket Rockers menjadi cover depan majalah RIPPLE, MOSH MAGAZINE, GREY MAGAZINE.

* Akhir juli Rocket Rockers akhirnya mengeluarkan album ke 3-nya yang sudah lama tertunda di bawah naungan label sendiri: Reach & Rich Records. Penjualan awal masih menerapkan direct selling di setiap panggung Rocket Rockers. Bahkan dibeberapa kesempatan, personel Rocket Rockers melakukan penjualan hand to hand yang lumayan mendapat apresiasi bagus. Setelah program direct selling, rencananya penjualan album “Better Season” akan bekerja sama dengan clothing lokal yang membuatkan T-shirt Rocket Rockers untuk dijual bersama CD ke seluruh nusantara.

* Video Clip “Terobsesi” dari album Better Season sudah tayang di MTV.

* Single ke-2 “Ingin Hilang Ingatan” untuk pertama kalinya masuk, dalam jangka waktu beberapa minggu langsung menduduki posisi chart nomer 1 di Ardan Top Request Chart menggeser posisi lagu “Laskar Pelangi” dari Nidji dan band-band dan penyanyi-penyanyi kelas Nasional Indonesia.

* Di tahun 2008 ini, walaupun merilis albumnya dengan records sendiri, Rocket Rockers berhasil mendapat panggung di layar kaca tv local dan nasional. Sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.



Selengkapnya...


09.47





Bondan Prakoso (lahir 8 Mei 1984; umur 26 tahun) adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik di tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. Kini ia membentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black.



Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya.

Ditahun 1999, Bondan membentuk band Funky Kopral , sebagai bassis, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik. Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik.

Sayang, setelah album ketiga mereka dirilis, band ini bubar. Hingga ditahun 2005 ia memebentuk band baru bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black dengan genre musik Pop Rock yang dipadu dengan Rap. Dengan band barunya ini, Bondan diganjar penghargaan serupa, yakni AMI Sharp Awards ditahun 2008 untuk kategori Group Rap Terbaik.

Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.

kita akan menyaksikan skill bermusik dari bondan prakoso & fade 2 black hanya di acara puncak dies natalis ke 8 STIKOM BALi ...... don't miss it.


Selengkapnya...


07.45







personnel profile :

Echa Maw - Vocals/Songwriter/Lyricist (a few is boyish, a yellow freak, and a cat lover)

Ytr - Guitar/Songwriter/Lyricist (a simple person, love drunk, and a dog lover)

Andre - Guitar/Composer/Searcher of Melody (a funny person, like to jeer friends, and a bomber paint)

Eky - Bass/Composer/Lyricist (a funny person, bright cook, and love drunk)

Erwan - Drum/Creating Knock of Drum (stylist person, real petitioner, and woman love)

Genre:
Pop Rock, Emo Rock, and Beat Rock.


Kota Asal:Denpasar, Bali





biography:
was born 19 May 2009..
with formation early Echa Maw as Vocals, Ytr as Guitarist, Andre as Guitarist, Eky as Bassist, and Erwan as Drummer. first perform in academy high school award resman promnite. initially just just playing, but becoming a band which taken a fancy to many and supported by friends. sleepers effect wish to yield masterpieces which with quality and want to be part of music in this beloved fatherland.

Sleepers Effect song's :
~ Bisa Tanpamu
~ Rasaku
~ Without You
~ Lyin' Ur Heart
~ Hampa

Download song here >>http://www.myspace.com/503908085

Selengkapnya...


22.19





Nasib tragis dialami juara Piala Dunia 1998 Prancis.Langkah Les Bleus terhenti di babak penyisihan Grup A Piala Dunia 2010. Sejarah Prancis pada Piala Dunia 2002 Korea Selatan-Jepang terulang.

Mereka gagal lolos ke babak knockout karena performa buruknya sepanjang perhelatan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Di Grup A, Franck Ribery dkk hanya mampu mengoleksi 1 poin, hasil imbang saat bertemu Uruguay 0-0 pada laga pembuka grup tersebut. Selebihnya Les Bleus tak berdaya. Saat berhadapan dengan Meksiko,pasukan Raymond Domenech tersebut dipermalukan 0-2.

Begitu pun ketika bertemu tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) pada laga penentu di Free State Stadium tadi malam,mereka kalah 1-2.Kondisi itu benar-benar membuat Prancis menangis. Gol pertama Afsel dibukukan defenderBunganiKhumalopadamenit ke-20 memanfaatkan umpan Siphiwe Tshabalala dari sepak pojok. Khumalo sukses menyundul bola ke jala gawang yang dijaga Hugo Loris.






Tragisnya, belum sampai memberikan gol balasan, Prancis sudah kehilangan salah satu pilarnya, Yoann Gourcuff. Midfielder milik Bordeaux tersebut di kartu merah wasit asal Kolombia Oscar Ruiz setelah menyikut pemain Afsel Tshabalala pada menit ke-26. Akibatnya, serangan pasukan Bafana-Bafana tersebut makin menggelora karena timpangnya lini tengah Les Bleus.Puncaknya,tim asuhan pelatih asal Brasil Carlos Alberto Parreira itu mampu menambah kemenangan lewat gol striker Katlego Mphela pada menit ke-37.

Gol tersebut tercipta setelah Tsepo Masilela mengirimkan umpan dari sisi kiri dan bola jatuh di kaki Mphela. Memenangi perebutan bola dengan Gael Clichy,Mphela akhirnya menceploskan bola ke gawang Prancis. Setelah turun minum, Prancis makin mempertajam serangannya. Puncaknya,mereka mampu memperkecil kekalahan lewat gol midfielder Florent Malouda pada menit ke-70.Namun,hal itu tidak mampu membantu Les Bleus dari kegagalan.

Mereka kalah dan harus tersingkir dari persaingan grup. Kondisi ini benar-benar mirip dengan penampilan mereka pada Piala Dunia 2002.Saat itu,mereka yang berstatus juara 1998, tak mampu berbuat banyak. Prancis gagal menyarangkan satu gol pun ke gawang Senegal, Uruguay, dan Denmark sehingga gagal melaju ke babak berikut. Begitu pun di Piala 2010, dengan status runnerup Piala Dunia 2006 Jerman, Les Bleus juga tak berdaya menghadapi persaingan dengan Uruguay, Meksiko, dan Afsel.

Hanya, berbeda dengan Piala Dunia 2002 yang tak bisa meraih satu gol pun, kali ini Prancis menorehkan satu gol lewat Malouda. Tapi, apa pun kegagalan Prancis pada turnamen sepak bola dunia kali ini memang telah terlihat tanda-tandanya sejak awal.Di luar faktor teknis kekalahan dari Meksiko dan bermain imbang dengan Uruguay, masalah internal telah menggerogoti mereka.

Perpecahan yang melibatkan pemain, pelatih, dan manajemen itu disinyalir jadi penyebab utama buruknya performa tim Ayam Jantanpada ajang Piala Dunia kali ini. Bahkan, setelah striker Nicolas Anelka dipulangkan ke Paris oleh Domenech, kemarin giliran ban kapten Patrice Evra yang dicopot. Posisi kapten sendiri kemudian digantikan Alou Diarra.

Evra yang pemain Manchester United itu memang bersuara paling keras menyusul keputusan pemulangan Anelka. Bahkan, dia juga menyerukan pemogokan latihan sehingga menimbulkan pertengkaran dengan pelatih kebugaran Robert Duverne saat latihan Minggu (20/6) lalu. Yang pasti, untuk Grup A, Uruguay dan Meksiko dipastikan lolos ke fase knock out.Bahkan,Uruguay tampil sebagai grup dengan 7 poin.

Sukses itu dipastikan Diego Forlan dkk setelah pada laga penentu di Royal Bafokang yang digelar pada saat bersamaan,Uruguay unggul 1-0atas Meksiko. Gol semata Los Celestes –julukan Uruguay–dicetak striker Luis Suarez pada menit ke-43. El Tri–julukan Meksiko–sendiri tetap lolos ke babak gugur karena unggul selisih gol atas Bafana-Bafana.

Meski sama-sama mengantongi 4 poin, Cuahtemoc Blanco unggul gol +1, sementara Afsel mencatat gol -2. ”Hal yang paling penting bagi kami sekarang adalah lolos ke babak berikut dan menempati posisi puncak di Grup A,”ujar Forlan.

laporan oleh : Rudi_Bantet


Selengkapnya...


06.14





Pemain Sriwijaya FC akan habis masa kontraknya pada Juli.
Oleh Rudi Merta
23 Jun 2010 23:36:00

Manajemen Sriwijaya FC tidak mau mengambil risiko kehilangan pemain pada bursa transfer. Manajemen langsung bergerak cepat dengan menganggarkan uang Rp1,5 miliar sebagai dana uang muka [DP] pemain.



Direktur keuangan PR Sriwijaya Optimis Mandiri [SOM] Augie Bunyamin mengungkapkan, pemain yang dipertahankan Laskar Wong Kito akan mendapatkan uang panjar Rp50 juta.

Menurut Augie, penganggaran dana sebesar itu bertujuan agar pemain tidak terkena bujukan dari klub lain yang sedang gencar memburu pemain. Apalagi kontrak para pemain akan habis pada Juli nanti.

“Saya hanya diminta untuk menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk uang panjar pemain. Tentang siapa yang akan mendapat uang panjar itu, saya tidak tahu. Karena hal itu bukan wewenang saya,” ujar Augie.

Ditambahkan, perekrutan pemain untuk kompetisi mendatang terlebih dahulu dibicarakan dengan manajemen klub dan tim. Namun permasalahan tersebut ditunda untuk sementara waktu, karena saat ini Sriwijaya FC sedang berkonsentrasi mempersiapkan diri menghadapi delapan besar Piala Indonesia.

Selengkapnya...


20.11



guest chat


ShoutMix chat widget

Blog Archive

IKLAN MINI