Music and Sports Blog's


Ajang musik LA Lights Indiefest pada 9 Juli mendatang dipastikan bakal diramaikan band rock alternatif, Spin Doctors.
Band yang sudah berdiri sejak 1988 ini akan tampil bersama band luar dan lokal lainnya di Senayan, Jakarta, dikutip Okezone dari lalightsindiefest.com, Jumat (18/6/2011).
Band ini pernah tampil di New York City dengan menampilkan hits terbaik mereka yaitu “Two Princes” dan “Little Miss Can’t Be Wrong”.

Kedua single ini pernah bertengger di tangga lagu 100 Hot Billboard pada tahun 1989.Formasi lengkap band ini yaitu: Chris Barron (vocals), Eric Schenkman (guitar and vocals), Aaron Comess (drums and percussion), and Mark White (bass guitar).

Sejarah perjalanan Spin Doctor, ketika tahun1980 di New York, band yang awalnya bernama Trucking Company yang terdiri dari gitaris Eric Schenkman Kanada, John Popper dan kemudian Chris Barron, yang merupakan teman saat dibangku SMA.

Kemudian Poper meninggalkan proyek ini untuk focus pada konser utamanya dengan Blues Traveler secara full time. Setelah keluarnya salah satu personil mereka terjadilah perubahan nama menjadi Spin Doctor dengan masuknya Harun Comess dan Mark White.

Sepanjang perjalanan karier group Band rock ini mereka telah berhasil mendapatkan berbagai macam prestasi diantaranya: Nominasi pada America Musik Award untuk pop favorite/ album rock (Pocket Full of Kryptonite) dan Nominasi pada Grammy Award untuk penampilan vocal terbaik oleh duo atau grup (Two Princes)
sumber : okezone.com

Selengkapnya...


10.11






Setelah dimanjakan dengan beberapa musisi internasional yang menggeber tanah air, kini giliran band asal negeri paman Sam Paramore yang siap menggempur Bali dan Jakarta dengan tajuk "Paramore Live In Indonesia 2011"





Bertempat di GWK (Garuda Wisnu Kencana) Cultural Park Bali pada tanggal 17 Agustus 2011 dan juga Pantai Carnaval Ancol di Jakarta 19 Agustus 2011 mendatang, Hayley Williams, Jeremy Davis dan Taylor York dijamin akan memuaskan hasrat ribuan fansnya di tanah air.

Band yang tergolong positif karena tidak memasukkan unsur rokok dan minuman alkohol sebagai sponsor konsernya ini, juga telah menyiapkan 3 materi albumnya yang akan mereka sajikan selama 90 menit pada konsernya nanti.

Untuk harga tiket konser "Paramore Live In Indonesia 2011" ini, ShowMaxx Entertainment selaku penyelenggara telah mematok harga Rp. 600.000 untuk Festival A dan Rp. 400.000 untuk Festival B ketika Paramore konser di GWK Bali.

Sedangkan harga tiket untuk di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta "Paramore Live In Indonesia 2011" yaitu Rp. 700.000 untuk Festival A dan Rp. 500.000 untuk Festival B serta harga khusus buat rilekser semua yaitu 3000 tiket Presale yang akan dijual pada tanggal 8 Mei 2011 besok di GWH, Thamrin City Lt.2 mulai jam 10 yakni Rp. 600.000 kelas Festival A dan Rp. 400.000 untuk kelas Festival B.



Selengkapnya...


22.48





Iron Maiden adalah kelompok musik heavy metal yang didirikan pada 1975 di London, Britania Raya oleh pemain bas Steve Harris. Mereka telah meraih kesuksesan dan memengaruhi banyak kelompok musik lainnya. Mereka juga dianggap sebagai salah satu band dalam New Wave of British Heavy Metal , pada akhir bulan februari lalu kelompok band metal yang di gawangi bruce dickinson ini menggelar konser di indonesia tepatnya di Jakarta dan di Bali,



Asal Leyton, East London, England
Genre Heavy metal
Tahun aktif 1975
Label EMI
Dipengaruhi oleh Bruce Dickinson, Samson, Blaze Bayley, Paul Di'Anno
Situs web www.ironmaiden.com


Anggota Saat ini :

* Bruce Dickinson - vokal (1981-1993, 1999-sekarang)
* Dave Murray - gitar (1976-sekarang)
* Adrian Smith - gitar (1980-1990, 1999-sekarang)
* Janick Gers - gitar (1990-sekarang)
* Steve Harris - bas (1975-sekarang)
* Nicko McBrain - drums (1983-sekarang)

Pendiri :

* Steve Harris
* Dave Murray (menggantikan Dave Sullivan setelah 2 bulan)
* Paul Di 'Anno - vokal (1975-1976)
* Terry Rance - gitar (1975-1976)
* Ron Matthews - drums (1975-1977)

Diskografi :


* Iron Maiden (1980) #4 (UK), tidak dirilis di Amerika Serikat
* Killers (1981) #12 (UK), 59 (US)
* The Number of the Beast (1982] #1 (UK), 33 (US)
* Piece of Mind (1983) #3 (UK), 70 (US)
* Powerslave (1984) #2 (UK), 21 (US)
* Somewhere in Time (1986) #3 (UK), 11 (US)
* Seventh Son of a Seventh Son (1988) #1 (UK), 12 (US)
* No Prayer for the Dying (1990) #2 (UK), 17 (US)
* Fear of the Dark (1992) #1 (UK), 12 (US)
* The X Factor (1995) #8 (UK), 147 (US)
* Virtual XI (1998) #16 (UK), 124 (US)
* Brave New World (2000) #7 (UK), 39 (US)
* Dance of Death (2003) #2 (UK), 18 (US)
* A Matter of Life and Death (2006) #4 (UK), 9 (US)
* The Final Frontier (2010)


Selengkapnya...


05.22






Jagad rock tanah air seakan tak berhenti melahirkan band-band spektakuler untuk melaju ke barisan terdepan. Salah satunya adalah Saint Loco, band yang mengawali karirnya di kancah rock tanah air pada tahun 2004 dengan debut album bertajuk Rock Upon A Time. Album ini menjadi awal langkah sukses Saint Loco mengenalkan dirinya ke publik dengan mengusung lagu-lagu berkekuatan hip-rock. Berbagai penghargaan berhasil mereka sabet diantaranya adalah; Best Rock Album versi Majalah Hai tahun 2005 dan Rock Best Of The Year Album versi I-Radio tahun 2005. Single “Microphone Anthem”, yang menjadi unggulan mereka kala itu, berhasil mengejawantahkan Saint Loco sebagai penerus generasi musik rock Indonesia .




Di bulan September 2006, MTV mengganjar mereka dengan predikat MTV EXCLUSIVE ARTIST for SEPTEMBER. Album kedua mereka yang bertajuk Vision For Transition dirilis dibulan yang sama. Sebuah album yang menggambarkan progresi dari musikalitas keenam anak super kreatif; Iwan (gitaris), Gilbert (bassis), Nyonk (drummer), Tius (the spinner), Joe (vokalis) dan Berry (MC). Ini sebagai satu pegangan bahwa nama Saint Loco masih punya kekuatan untuk musik rock yang berkualitas.

Another Vision for Indonesia Rock Concept

Lewat album keduanya, Vision For Transition, Saint Loco menawarkan konsep musik yang lebih berani. Dari kulit albumnya (baca: cover) sudah terbaca keberanian Saint Loco dengan memberikan warna-warna berani dan penempatan yang terbilang tidak umum. Untuk isinya, rock yang dibawakan mereka kali ini lebih sing-a-long dibandingkan album sebelumnya meski tensi tonalitas rock mereka tetap tinggi. Dengarkan saja “Kedamaian”, sebuah lagu mellow-rock yang menampilkan seorang vokalis bjorky-melankolis, Astrid. Lagu ini dibuka dengan dentingan piano dan dihantarkan dalam beat mid-tempo. Kekuatan lirik bilingual dan karakter vokal Joe dengan Astrid serta MC Berry menambah padu lagu yang menjadi single pertama album ini.

Penggarapan album Vision For Transition ini menempuh masa 7 bulan preproduction serta pengumpulan materi yang dimulai sekitar Agustus 2005 dan dilanjutkan dengan 3 bulan untuk recording dan 1 bulan mixing. Karena hampir seluruh lagu dalam album Vision For Transition dibuat di studio pribadi milik DJ Tius, Saint Loco kali ini merasa bisa lebih mengeksplorasi sound dan berkespresi sebebas mungkin. Dengar saja “Terapi Energi” dari track 2, sebuah lagu yang menampilkan totalitas bermain musik ala Saint Loco. ‘It’s the real Saint Loco’.

Mastering album Vision For Transition ini dikerjakan di sebuah studio bernama Euphonic Masters yang ada di Memphis , Tennese, Amerika Serikat. Ditangani langsung oleh Brad Blackwood, seorang insinyur tata suara kenamaan yang pernah menyabet 9 nominasi Grammy Award dan 6 nominasi Dove Award sejak tahun 1998.

Keberanian lainnya yang ditampilkan Saint Loco adalah permainan emosi lagu per lagu. Jika disimak dari awal runtutan lagu dalam album Vision For Transition ini, Anda akan dibawa banging your head lalu diselingi dengan fase exhaling berganti-gantian. Ini membuat fungsi pendengaran tidak terganggu dengan bunyi-bunyi yang pekak namun Anda akan dimanja untuk menikmati petualangan Vision For Transition ini dengan hati gembira. Mau contoh? Di track 5 kita akan disuguhi permainan kombinasi antara gitar akuistik dan crunch serta synth-string yang membuai yang hadir di lagu “Fallin”. Beat middle di “Fallin” ini hadir sebagai penghantar untuk hentakan di track 6, “Get Up”. Setelah lelah moshing dan jejingkrakan, track selanjutnya, “Centro”, mengistirahatkan pendengaran dalam instrumentalia tembang passionate-electronica-sound sebelum dipecahkan lagi ditrack berikutnya, “Transition”. Maka sayang sekali jika Anda menikmati album ini tidak utuh atau hanya satu atau dua lagu saja.

Why Vision For Transition Now?

Musik rock di Indonesia terus berkembang ke arah yang positif, thanks to Godbless! Dan Saint Loco melihat perkembangan ini sebagai motivator mereka untuk bisa berkreasi lebih. Trend musik rock dunia yang kini berkembang dengan memasukkan unsur Rap, Punk, New Wave serta electronica menjadi acuan Saint Loco untuk diterapkan dalam musik mereka. Dengar saja Vision For Transition yang kini lebih minimum aksi solo melodi gitar dan cenderung dominan lewat riff atau blocking gitar dan loop. Konsentrasi album ini pun dipusatkan di lagu yang lebih melodius dan reffrain yang catchy. “Musik metal telah berubah… ,” tandas Saint Loco tegas.

Maka sambutlah salah satu ikon dari regenerasi musik rock tanah air, Saint Loco. Lewat Vision For Transition ini mereka kembali menghentak dan mencoba untuk menelusup kembali dan tampil berbeda dari yang sudah ada.






Selengkapnya...


11.04





The Bandicot adalah sebuah band indie yang berasal dari Bali dan bergenre punk pop yang di bentuk pada akhir tahun 2009, tepatnya pada bulan November. The Bandicot terdiri dari orang-orang yang mempunyai tekat yang kuat untuk berkarya dan karyanya sangat ingin di akui di bidang permusikan Indonesia khususnya Bali. Musik The Bandicot banyak mendapat pengaruh dari musisi ataupun band-band dalam maupun luar negeri dengan genre yang bervariasi, dari hasil perbandingan dari perbedaan musik luar negeri dan dalam negeri maka The Bandicot memutuskan untuk menjadi band beraliran Punk Pop karena di lihat dari musiknya yang beraliran punk rock tetapi memiliki karakter vocal yang lebih kuat ke pop.



Nama The Bandicot sendiri sebenarnya berasal dari usulan Ryan sang bassis yang gemar bermain game, nama ini sendiri di ambil dari salah satu game favoritenya yaitu “Crash Bandicoot” tetapi kami hanya memakai “Bandicoot”nya dan membuang “O”nya satu sehingga menjadi “The Bandicot”. Sesuai dari asal namanya yaitu sebuah game yang sangat terkenal dan bisa di nikmati banyak orang, kami pun berharap The Bandicot sendiri bisa terkenal dan musiknya bisa dinikmati banyak orang seperti game tersebut.

Minat :
Menghibur semua orang dari kalangan manapun, miskin, kaya, jelek, cakep, tua, muda, desa, dan kota dengan musik kami. Karena sebuah hiburan khususnya musik tidak mempunyai syarat untuk di nikmati.

Genre : Alternative Rock

Kota Asal : Denpasar,Bali





Demo lagu The Bandicot bisa kalian cari di :

www.reverbnation.com/thebandicot2009
atau,
www.myspace.com/thebandicot





Selengkapnya...


14.55




Amy Lynn Hatzler (lahir di Riverside, California, 13 Desember 1981; umur 28 tahun dan lebih dikenal dengan nama Amy Lynn Lee) adalah penyanyi & penulis lagu Amerika dan pianis piano klasik terlatih. Dia adalah anggota pendiri dan vokalis dari grup band rock yang memenangkan Grammy Award, Evanescence. Pengaruh gaya musiknya berasal dari musisi klasik seperti Mozart sampai ke artis modern seperti Björk, Tori Amos, Danny Elfman, dan Plumb.





Lee lahir dari pasangan John Lee, seorang disk jockey & TV Personality, dan Sara Cargill. Dia mempunyai satu saudara laki-laki, Robby, dan dua saudara perempuan, Carrie dan Lori. Lee mempunyai saudara perempuan ketiga. yang mati di tahun 1987 saat berumur tiga tahun dari penyakit yang tidak diketahui. Lagu “Hello” dari album Fallen dikabarkan ditulis untuk adik perempuannya, dan lagu “Like You” dari album The Open Door dengan lirik, “I long to be like you, sis, Lie cold in the ground like you did,” juga menunjukkan kematian adiknya dan rasa kesedihannya untuk adiknya. Lee mempelajari piano klasik selama sembilan tahun. Keluarganya berpindah-pindah kebeberapa tempat, termasuk Florida dan Illinois, tapi akhirnya menetap di Little Rock, Arkansas, dimana Evanescence dimulai. Dia lulus dari Pulaski Academy di tahun 2000 dan juga sempat mengikuti dengan singkat Middle Tennessee State University.


Evanescence

Dia membentuk bandnya dengan Ben Moody. Mereka berdua bertemu di Youth Camp ketika Lee memainkan “I’d Do Anything for Love (but I Won’t Do That)” karangan Meat Loaf di piano. Selama setahun, mereka berdua bermain akustik di took buku Arkansas dan kedai kopi sebelum mereka merekam dua EP, Evanescence EP (di tahun 1998) lalu Sound Asleep EP yang juga dikenal dengan nama Whisper EP (di tahun 1999). Di tahun 2000, Evanescence merekam EP yang lebih panjang, Origin. Demo ini terdapat tiga lagu dari album Fallen dan ditulis oleh Lee dan Moody: “Whisper”, “Imaginary”, dan “My Immortal”.


Pada tahun 2003 Evanescence membuat album utama pertama mereka, Fallen. Album ini sudah mendapatkan penghargaan 6x Platinum, dan berada selama 43 minggu pada Billboard Top 10. Lalu lebih dari 12 juta eksemplar album ini laku terjual.

Single Evanescence utama yang pertama; "Bring Me to Life" merupakan sebuah dobrakan dunia bagi band ini dan mencapai urutan ke-5 pada Billboard Hot 100 di Amerika Serikat, sementara "My Immortal" yang sama-sama populer mencapai urutan ke-7 di AS. Lalu dimasukkannya lagu-lagu ini dalam soundtrack film Daredevil menolong mereka menjadi populer dan membuat posisi mereka di dunia musik menjadi kokoh.

Lalu single "Bring Me to Life" juga mendapatkan pengakuan untuk band ini pada Grammy Awards of 2004, di mana band ini diberi penghargaan Grammy Award for Best Hard Rock Performance. Pada waktu yang sama, Evanescence juga diberi penghargaan Grammy Award for Best New Artist.

Dua single dari album Fallen yang dirilis termasuk "Going Under" dan "Everybody's Fool", yang juga dibuatkan video klip.

Tanggal 22 Oktober 2003, gitaris Ben Moody meninggalkan band dengan alasan "perbedaan secara kreatif". Pada saat interview beberapa bulan kemudian, Amy berkata: "Kami mencapai suatu titik di mana jika tidak sesuatu halpun berubah, kami tidak akan bisa membuat album kedua". Mantan gitaris Cold, Terry Balsamo menggantikan Moody di band, sekaligus menjadi teman menulis (lagu) Amy.
Amy Lee menyanyi di konser tahun 2006.


Anywhere But Home dirilis pada tahun 2004 pada format DVD/CD. DVD ini merupakan rekaman dari pertunjukan mereka di Paris beserta beberapa fitur di belakang panggung, seperti penandatanganan CD dan warming up. CD-nya sendiri berisi beberapa lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis seperti "Missing", "Breathe No More" (dari film Elektra) dan "Farther Away". Lalu dalam CD ini terdapat pula lagu cover Korn "Thoughtless" yang pernah mereka mainkan pada beberapa pertunjukan live.
[sunting] The Open Door

Lee mengerjakan tema pembuka dari film The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe dan menulis beberapa lagu untuk film tersebut, tapi lagunya ditolak karena terlalu "gelap dan bersifat epos". Namun, Lee telah mengatakan penolakan lagunya adalah "merupakan bahan yang menarik untuk album baru kita".

Saat mengisi acara Live @ Much di sesi MuchMusic pada 9 Januari 2007, Amy membeberkan bahwa dia telah bertunangan malam sebelumnya. Dia lalu memberi konfirmasi pada EvThreads.com bahwa dia telah dilamar oleh Josh Hartzler (29 tahun), teman lamanya yang bekerja sebagai terapis. Lee menyatakan saat wawancara bahwa lagu “Good Enough” dan “Bring Me to Life” terinspirasi dari Josh Hartzler. Mereka menikah pada tanggal 6 Mei 2007, dan berbulan madu di dekat Bahamas. Lee telah mengeposkan bahwa dia sekarang adalah Nyonya Amy Hartzler di forum EvThreads.com.
[sunting] Penampilan

Lee terkenal dengan nuansa neo gothic, karena sering menggunakan dandanan gothic dan selera akan pakaian yang bergaya victorian. Dia jua mendesain pakaiannya sendiri, termasuk yang dia kenakan di video musik “Going Under”, dan pakaian yang ia kenakan saat Grammy Awards 2004. Setelah dia mendesainnya dia memilih desainer Jepang H. Naoto untuk membuatnya. Di konser, dia sering memakai korset dan fishnets, juga rok panjang dan sepatu boot tinggi. Dia mempunyai piercing (tindik) di alis kirinya yang tampak di kover album Fallen.



Selengkapnya...


06.18







Hayley Nichole Williams (lahir di Meridian, Mississippi, U.S., 27 Desember 1988; umur 21 tahun) adalah penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Dia adalah vokalis dan keyboardis grup band Paramore.


Biografi
Pada 2002, saat usianya 13 tahun, Williams pindah dari rumahnya di Meridian, Mississippi, ke Franklin, Tennessee, di mana dia bertemu anggota band di sekolahnya Josh Farro dan Zac Farro. Segera setelah kepindahannya, dia mulai mengambil kursus vokal kepada Brett Manning Selama masih sekolah, dia mencoba untuk masuk band funk local yang dinamakan The Factory di mana dia bertemu Jeremy Davis Pada tahun 2005, John Janick, pendiri label rekaman Fueled by Ramen, menandatangani kontrak bersamanya Williams ikut mengisi vokal pada lagu "Fallen" - Death In the Park (yang juga kadang-kadang ikut tampil live bersama band), "Then Came to Kill" - The Chariot, "Keep Dreaming Upside Down" - October Fall, "Tangled Up" - New Found Glory, "The Church Channel" dan "Plea" - Say Anything, juga "The Few That Remain" - Set Your Goals, dan muncul pada video klip musik "Kiss Me" - New Found Glory. Pada 2010, dia muncul pada single "Airplanes" dari debut album rapper alternatif B.o.B, B.o.B Presents: The Adventures of Bobby Ray.[5]
Dalam Readers' Poll Kerrang! 2007 dia menggantikan posisi kedua yang ditempati Amy Lee (Evanescence) dalam kategori "Wanita Terseksi",[6] setahun kemudian, pada 2008, dia mendapatkan tempat pertama untuk "Wanita Terseksi" melalui polling,[7] dan lagi pada tahun 2009. Dia juga tampil sebagai karakter yang dapat dimainkan dalam video game Guitar Hero World Tour.
Williams menulis dan merekam lagu "Teenagers," yang ditampilkan dalam soundtrack film Jennifer's Body. Setelah merilis "Teenagers", Williams menyatakan bahwa dia tidak punya rencana untuk menjadi penyanyi solo.
Kehidupan pribadi
Menurut gosip Alternative Press pada Oktober 2009 , Williams dan gitaris Paramore Josh Farro mengkonfirmasikan bahwa mereka telah berpacaran selama tiga tahun sebelum berpisah pada musim gugur tahun 2007. "Kami tidak tahu apakah itu akan terlihat buruk", kata Williams. "Kami masih sangat muda, dan sepertinya akan terlihat seperti sebuah lelucon besar", Josh menambahkan. "Kami tidak ingin band menjadi tentang aku dan Hayley yang sedang dalam sebuah hubungan bersama karena kemudian band akan menjadi tentang hubungan kami, bukan musik kami. Hal ini mengalihkan perhatian orang dari keseluruhan poin yang berada dalam sebuah band."Williams kini membuka hubungan dengan gitaris New Found Glory, Chad Gilbert
Selengkapnya...


01.10



guest chat


ShoutMix chat widget

Blog Archive

IKLAN MINI